UKM Kerohanian Buddha

DATA UMUM UKM

NAMA UKM : KEROHANIAN BUDDHA DHAMMASENA TRISAKTI
TANGGAL BERDIRI : 24 DESEMBER 1984
LOKASI : GEDUNG L. LANTAI DASAR
NAMA PEMBINA :


DATA PENGURUS PERIODE 2016 - 2017

KETUA :  ADITYA KRISTIANTO
WAKIL KETUA : INTAN AGUSTINE, MITSUKO TEOREMA, ANDRE JUNIXON
SEKRETARIS : JONI SUPRYANTO
BENDAHARA : JEANNY MANGHANA













DATA PENGURUS PERIODE 2015 - 2016

KETUA : William Oscar Chandra
WAKIL KETUA :
SEKRETARIS : Karen Intania S.S.
BENDAHARA : Luciana


Sejarah Lahirnya Dhammasena

Pada awalnya tidak ada kegiatan keagamaan dan pembinaan kerohanian bagi para mahasiswa Buddhis di kampus Trisakti. Oleh karena itu, mulailah beberapa mahasiswa Buddhis berkumpul setiap minggu untuk mendengarkan atau mengadakan diskusi Dhamma di bawah koordinasi Seksi Agama Buddha Himpunan Mahasiswa Elektro Universitas Trisakti.
Seiring berjalannya waktu, kebutuhan untuk berkumpul dan memberikan pelayanan bagi mahasiswa Buddhis Trisakti pun semakin meningkat. Timbullah tekad yang kuat untuk membentuk suatu wadah kegiatan yang dapat mewujudkan keinginan tersebut. Oleh karena itu bersama Dosen Agama Buddha Usakti (Pandita Sumedha Widyadharma), Saudari Senny Ruslim dan beberapa rekan lainnya menghadap Rektor Usakti dan mengajukan surat permohonan agar mahasiswa Buddhis Usakti diberi izin dan tempat untuk melakukan kebaktian di kampus. Dari hasil pembicaraan yang diadakan, ternyata Rektor sangat menghargai dan mendukung rencana tersebut. Maka dibentuklah Wadah Kegiatan Mahasiswa Buddhis Usakti pada tanggal 24 Desember 1984. Sejak saat itu, secara teratur Wadah Kegiatan Mahasiswa Buddhis Usakti melakukan kebaktian.
Seiring dengan itu pula, Y.M. Sri Pannavaro Mahathera berkenan memberikan nama Buddhis "DHAMMASENA" yang artinya "PRAJURIT DHAMMA". Untuk selanjutnya, nama Dhammasena ini selalu dijadikan motivasi dan sumber inspirasi untuk menjadi Prajurit Dhamma sejati yang senantiasa belajar dan berkarya dalam Buddha Dhamma.
Langkah-langkah awal pun dimulai. Diawali dengan 4 macam kegiatan kepanitiaan pada tahun 1985, yaitu Perayaan Waisak 2529, Ceramah Umum, Pekan Penghayatan Dhamma 1 (PPD 1), dan Aksi Sosial. Pada tahun-tahun berikutnya, pemantapan-pemantapan kegiatan yang ada terus dilakukan dengan seksama dan kesinambungan organisasi terus dibina dengan penyerahan tongkat estafet kepemimpinan yang berlangsung dengan baik. Pada tahun berikutnya, pemantapan-pemantapan kegiatan yang ada terus dilakukan dengan seksama. Untuk memenuhi kebutuhan yang terus berkembang, maka Dhammasena dituntut untuk mengadakan pemekaran jenis kegiatan seluas-luasnya, seperti terbitnya "Swara Dhammasena" untuk pertama kalinya pada bulan Mei 1987 dan pada tahun yang sama pertama kalinya pelaksanaan hari besar Kathina Puja dilaksanakan dan Magha Puja pertama kali dirayakan pada tahun 1988. Pada tahun yang sama, Dhammasena diminta Universitas untuk membantu kegiatan pengenalan kampus bagi mahasiswa/i Buddhis baru angkatan 1988 di Bumi Perkemahan Cibubur. Pada peringatan usianya yang ke-5, didirikan perpustakaan buku-buku agama Buddha sebagai fasilitas penunjang pembinaan anggota-anggota Dhammasena Trisakti dan pada saat ini Perayaan Asadha untuk pertama kalinya diadakan sehingga benar-benar menambah kelengkapan kegiatan Dhammasena Trisakti. Kegiatan tahun 1988 ditutup dengan pelaksanaan PPD IV di Pusat Meditasi Buddhis Dhamma Vijaya. Kegiatan-kegiatan secara mantap terus diperbaiki dan diperkaya dengan kegiatan Lomba Cepat Tepat Buddhis bagi mahasiswa/i Buddhis di USAKTI.
Dalam perkembangannya, karena keadaan domisili kampus yang letaknya berjauhan dan jumlah mahasiwa/i Buddhis Trisakti yang semakin meningkat, maka pada tahun 1991 dilakukan pemisahan 3 Unit Kegiatan Kerohaniaan Buddha di lingkungan Trisakti, yakni Unit Kegiatan Mahasiswa Kerohanian Buddha Universitas Trisakti (UKMKB USAKTI), Unit Kegiatan Kerohanian Buddha Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Trisakti (UKKB STIE), dan Unit Kegiatan Mahasiswa Kerohanian Buddha Sekolah Tinggi Pariwisata Trisakti (UKMKB STPT). Pemisahan ini dilakukan karena masing-masing Unit memiliki jenjang struktural tersendiri di Universitas/Akademi masing-masing. Pemisahan ini juga bertujuan untuk meningkatkan pelayanan kepada seluruh mahasiswa/i Buddhis Trisakti. Namun hal ini bukan berarti ketiga Unit Kerohanian Buddha tersebut berdiri masing-masing, melainkan ketiga Unit Kerohanian Buddha ini tetap bersatu dalam satu keluarga besar Dhammasena Trisakti.